Thu. Mar 5th, 2026

Kisah Inspirasi: Dari Jalanan Kampong Thom Menuju Panggung Dunia – Perjalanan Srey Leak, Gadis Kamboja yang Mengubah Sampah Jadi Harapan

By admin Mar 5, 2026

Di tengah hiruk-pikuk kota kecil Kampong Thom, Kamboja, hidup seorang gadis bernama Srey Leak (nama samaran untuk melindungi privasi). Pada usia 14 tahun (tahun 2018), dia hanya punya satu impian sederhana: membantu ibunya yang sakit-sakitan dan adik-adiknya yang masih kecil agar tidak kelaparan. Ayahnya meninggal saat dia berusia 7 tahun karena kecelakaan motor, meninggalkan keluarga tanpa penghasilan tetap.
EPICTOTO

Setiap pagi sebelum sekolah, Srey Leak berjalan kaki sejauh 7 km mengumpulkan botol plastik, kaleng bekas, dan kardus di sepanjang jalan raya dan pasar. Hasilnya? Rata-rata 2–3 dolar per hari — cukup untuk membeli sepiring nasi dan sedikit lauk bagi keluarganya. Tapi di balik lelahnya tubuh kecil itu, ada semangat yang tak pernah padam.

Titik Balik: Sebuah Botol Plastik dan Ide Gila Suatu hari di tahun 2020, saat sedang memilah sampah di belakang rumah, Srey Leak menemukan botol plastik bekas minuman yang masih utuh. Dia tiba-tiba teringat video YouTube yang pernah ditonton di warnet: seseorang membuat vas bunga dari botol bekas. Dengan gunting tumpul dan semangat membara, dia mulai bereksperimen.

Awalnya hasilnya jelek — botol retak, bentuk tak rapi. Tapi dia tidak menyerah. Setiap malam setelah membantu ibu memasak, dia duduk di bawah lampu bohlam 5 watt, memotong, membentuk, mengecat dengan cat sisa dari tetangga. Dalam 3 bulan, dia berhasil membuat 47 vas bunga, tempat pensil, dan pot tanaman mini dari sampah plastik.

Langkah Pertama ke Pasar Dengan bantuan kakak sepupunya yang punya sepeda motor, Srey Leak membawa dagangannya ke pasar akhir pekan di Kampong Thom. Harga jualnya hanya 0,50–1 dolar per buah. Hari itu dia pulang membawa 18 dolar — rekor terbesar dalam hidupnya. Uang itu langsung digunakan untuk membeli obat ibunya dan beras untuk dua minggu.

Kabar tentang “gadis kecil yang jual vas cantik dari sampah” mulai menyebar. Seorang guru bahasa Inggris di sekolahnya melihat potensi dan mengajak Srey Leak ikut lomba kewirausahaan tingkat provinsi. Dengan bantuan guru itu, dia membuat merek sederhana bernama “ReBloom Kh” (Rebirth Bloom – Cambodia).

Puncak Perjuangan: Juara Nasional & Beasiswa ke Thailand Tahun 2023, di usia 17 tahun, Srey Leak memenangkan Juara 1 Lomba Kewirausahaan Remaja Nasional Kamboja dengan produk daur ulang plastiknya. Hadiahnya: beasiswa penuh untuk kuliah jurusan Desain Produk di salah satu universitas ternama di Bangkok, Thailand, selama 4 tahun.

Saat ini (Maret 2026), Srey Leak berusia 20 tahun dan sedang menempuh semester 5. Usaha ReBloom Kh yang dia dirikan bersama 12 teman dari desa sudah mempekerjakan 28 ibu rumah tangga di Kampong Thom. Mereka mengolah lebih dari 15 ton sampah plastik per bulan menjadi produk ekspor (vas, lampu hias, tas anyaman plastik, dan peralatan dapur ramah lingkungan) ke Thailand, Vietnam, dan beberapa toko online di Eropa.

Pesan Srey Leak untuk Dunia Dalam wawancara singkat via Zoom dengan media lokal beberapa hari lalu, dia berkata: “Saya dulu pikir hidup saya hanya sebatas mengumpul sampah. Tapi ternyata sampah itu bisa jadi harapan kalau kita mau mencoba. Jangan pernah malu dengan apa yang kita punya sekarang. Mulai dari yang kecil, tapi lakukan dengan hati yang besar.”

Kisah Srey Leak bukan sekadar cerita sukses. Ia adalah pengingat bahwa di mana pun kita berada — bahkan di sudut paling terpencil sekalipun — sebuah ide kecil ditambah ketekunan dan kasih sayang bisa mengubah nasib, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk banyak orang di sekitar.

Semangat terus, Srey Leak. Dunia sedang menonton dan belajar darimu.

By admin

Related Post