Jakarta — Pemerintah kembali membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang terbaru dengan menyediakan kuota hingga 1 juta peserta. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat meningkatkan keterampilan kerja sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa pembukaan gelombang baru ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pelatihan kerja bagi masyarakat, khususnya pencari kerja, pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi, serta pelaku usaha mikro dan kecil.
“Gelombang terbaru Program Kartu Prakerja akan membuka kesempatan bagi sekitar 1 juta peserta untuk mengikuti berbagai pelatihan peningkatan keterampilan,” ujar perwakilan pemerintah dalam keterangan resminya, Sabtu (14/3).
Peserta yang lolos seleksi nantinya dapat mengikuti berbagai pelatihan secara daring melalui platform pelatihan yang telah bekerja sama dengan program tersebut. Materi pelatihan mencakup berbagai bidang, seperti keterampilan digital, kewirausahaan, pemasaran, serta pengembangan kemampuan kerja lainnya.
Selain mendapatkan akses pelatihan, peserta juga akan menerima insentif setelah menyelesaikan pelatihan yang dipilih. Insentif tersebut diharapkan dapat membantu peserta selama proses peningkatan keterampilan serta mendorong mereka untuk lebih siap memasuki dunia kerja.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk segera mendaftar melalui situs resmi Program Kartu Prakerja. Proses seleksi dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.
Sejak pertama kali diluncurkan, Program Kartu Prakerja telah diikuti oleh jutaan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah menilai program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Melalui pembukaan gelombang baru dengan kuota besar tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh manfaat dari program peningkatan keterampilan ini.

